tugas holistik



TUGAS HOLISTIK
Oleh
Tiara Adelina Damayanti
22020114130104
A14.2
HABBATUS SAUDA (JINTAN HITAM) SEBAGAI BAHAN OBAT ALTERNATIF
              Ahmad Najib, S.Si. Apt
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
2014






Jintan yang kerap digunakan bijinya, termasuk sebagai salah satu bahan bumbu dapur berbau khas. Biasanya, masakan-masakan daerah seperti dari Jawa dan Sumatera sering menambahkan bahan ini ke dalam masakannya. Jenis jintan, terbagi dalam dua rupa, yaitu jintan putih dan jintan hitam. Jintan yang sering dijadikan bumbu masak adalah jintan putih.
                Tumbuhan ini mengandung glikosida saponin, minyak atsiri, zat pahit, minyak lemak,d-limonena, simena,  saponin, zat pahit, jigelin, nigelon, dan timokonon. Berbagai kandungan ini didapat dari biji jintan hitam.
                Secara terperinci kandungan dalam jintan hitam adalah sebagai berikut:Monosaccharide glukosa, xylosa dsb, mengandung komponen yang berguna sebagai bahan diet fiber (Serat), kaya dengan fatty acid yang tidak jenuh (unsaturated essential fatty acids, EFA), asam amino  yang membentuk protein, mengandung karotene yang kemudian diproses oleh (liver) mejadi  vitamin A, sumber kalsium, zat besi dan potassium yang berfungsi sebagai (cofactors)  
    pengimbang kepada fungsi enzim.
Aktivitas Dari Habbatus Sauda
                Habbatus Sauda juga memiliki aktivitas seperti:
·         1. Aktivitas Anti-histamine: Histamine ialah bahan yang dikeluarkan oleh sel-sel di dalam tubuh yang menyebabkan kesan-kesan allergic (alahan). Habbatus Sauda mengandungi bahan penghalang protein kinase C, sejenis bahan yang mencetus penghasilan histamine. Oleh kerana pengidap penyakit asma selalunya mengalami masalah alahan, Habbatus Sauda mungkin baik diambil secara berterusan oleh pesakit- pesakit ini.
·         2. Aktivits Anti-tumor: Penelitian in vitro menunjukkan Habbatus Sauda berupaya menghalangi pembentukan sel-sel tumor. Oleh karena itu ia baik untuk digunakan untuk membantu menghalang penyakit kanker.
·         3. Aktivitas Anti-bakteri: Penyelidikan atas bahan ini menunjukkan adanya aktivitas anti-bakteri. Habbatus Sauda berupaya menghambat aktivitas bakteri seperti E.coli, V.cholera dan spesies Shigella. Ini menunjukkan Habbatus Sauda baik untuk mereka yang menghidap beberapa jenis penyakit seperti diare dan masalah-masalah perut yang lain.
·         4. Anti-radang (anti-inflammation): Habbatus Sauda mampu mengurangi radang (bengkak). Oleh itu ia baik untuk penyakit asma (mengurangi radang dalam paru-paru), eczema , kulit merah dsb) dan arthritis (bengkak sendi).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seperempat